Senin, 01 Oktober 2012

Diabetus Mellitus


 Pengertian
Diabetes mellitus adalah kelainan yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia) dan gangguan metabolism karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relatif maupun absolut, apabila dibiarkan tidak terkendali dapat terjadinya komplikasi metabolik akut maupun komplikasi vaskuler jangka panjang yaitu mikroangiopati dan makroangiopati.
Diabetes mellitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah.

Tipe-tipe Diabetes Melitus

Menurut American Diabetes Association, secara umum DM dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
•Diabetes Melitus Tipe 1
Merupakan kelainan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Penderita ini mengalami kerentanan genetik yang merupakan predisposisi kerusakan autoimun sel beta pankreas.
•Diabetes Melitus Tipe 2
Pada DM tipe 2, jumlah insulin normal tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel kurang sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah meningkat.

Perbedaan Diabetes Melitus Tipe 1dan Tipe 2
Diabetes Melitus Tipe 1   
-Mudah menjadi ketoasidosis
-Pengobatan harus dengan insulin
-Onset akut
-Biasanya kurus
-Biasannya terjadi pada umur yang masih muda
-Berhubungan dengan HLA-DR3 dan DR4
-Didapatkan antibodi sel islet
-10% ada riwayat diabetes pada keluarga
-30-50% kembar identik terkena   

Diabetes Melitus Tipe 2
-sukar menjadi ketoasidosis
-Pengobatan tidak harus dengan insulin
-Onset lambat
-Biasanya gemuk/tidak gemuk
-Biasanya terjadi pada umur > 45 tahun
-Tidak Berhubungan dengan HLA-DR3 dan DR4
-Tidak didapatkan antibodi sel islet
-30% ada riwayat diabetes pada keluarga
-100% kembar identik terkena

Komplikasi Diabetes Mellitus
Komplikasi-komplikasi pada Diabetes mellitus dapat dibagi menjadi dua yaitu :
  • Komplikasi Metabolik Akut
Komplikasi akut terdiri dari dua bentuk yaitu hipoglikemia dan hiperglikemia. Hiperglikemia dapat berupa, Keto Asidosis Diabetik (KAD), Hiperosmolar Non Ketotik (HNK) dan Asidosis Laktat (AL). Hipoglikemi yaitu apabila kadar gula darah lebih rendah dari 60 mg % dan gejala yang muncul yaitu palpitasi, takhicardi, mual muntah, lemah, lapar dan dapat terjadi penurunan kesadaran sampai koma. Hiperglikemi yaitu apabila kadar gula darah lebih dari 250 mg % dan gejala yang muncul yaitu poliuri, polidipsi pernafasan kussmaul, mual muntah, penurunan kesadaran sampai koma.
KAD menempati peringkat pertama komplikasi akut disusul oleh hipoglikemia. Komplikasi akut ini masih merupakan masalah utama, karena angka kematiannya cukup tinggi. Kematian akibat KAD pada penderita DM tahun 2003 di negara maju berkisar 9 – 10%. Data komunitas di Amerika Serikat, Rochester dikutip oleh Soewondo menunjukkan bahwa insidens KAD sebesar 8 per 1000 pasien Diabetes mellitus per tahun untuk semua kelompok umur. Hasil pengamatan di Bagian Penyakit Dalam RSCM selama 5 bulan (Januari - Mei) tahun 2002, terdapat 39 pasien KAD yang dirawat dengan angka kematian 15%.
  • Komplikasi Metabolik Kronik
Komplikasi kronik pada dasarnya terjadi pada semua pembuluh darah di seluruh bagian tubuh (Angiopati diabetik). Angiopati diabetik untuk memudahkan dibagi menjadi dua yaitu makroangiopati (makrovaskuler) dan mikroangiopati (mikrovaskuler), yang tidak berarti bahwa satu sama lain saling terpisah dan tidak terjadi sekaligus bersamaan. Komplikasi kronik DM yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
a. Mikrovaskuler :
1) Ginjal.
2) Mata.
b. Makrovaskuler :
1) Penyakit jantung koroner.
2) Pembuluh darah kaki.
3) Pembuluh darah otak.
c. Neuropati: mikro dan makrovaskuler
d. Mudah timbul ulkus atau infeksi : mikrovaskuler dan makrovaskuler.

1 komentar: